Selamat Datang di Sastra Santri, Tempat Renungan, Diskusi, dan Aktualisasi Seorang Santri

Foto

Bersama Mahasiswa Thailand saat Berkunjung di Kediaman Pramoedya Ananta Toer.

Foto

Jalan-Jalan di IPB Bogor.

Foto

Saat Mau Menyeberang ke Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Foto

Pertukaran Pelajar (Hungaria).

Foto

Jalan-Jalan Ke Kampung Inggris- Pare- Kediri- Jawa Timur.

Nilai UN, Paspor Masuk PTN?

GEGAP gempita Ujian Nasional (UN) SMA sederajat selesai sudah. Berakhirnya pelaksanaan UN bukan berarti berakhir pula masa ketegangan, justru masa penantian kelulusanlah yang membuat waswas baik peserta UN, guru, kepala sekolah, maupun orang tua peserta.

UN tahun ini memang sedikit berbeda dari UN tahun sebelumnya. Tahun ini ada penambahan pakta integritas yang harus ditandatangani pengawas sebelum pelaksanaan. Meskipun sudah mengusung motto “Prestasi yes, jujur harus”, kredibilitas UN masih perlu dipertanyakan. Sejak hari pertama sudah muncul isu kunci jawaban beredar melalui SMS, kekurangan fasilitas UN, dan konspirasi pengawas dengan guru sekolah.

Mengenai kebijakan UN, sebelumnya MA memutuskan penghentian UN bila syarat pemerataan kualitas dan layanan pendidikan belum terpenuhi. Hal ini tentu bisa menjadi terobosan baru untuk kemajuan pendidikan di negeri ini. Selain sebagai moment evaluasi, tentu bisa dijadikan waktu “merenung” bagi penentu kebijakan.

Di tengah-tengah pro-kontra pelaksanaan UN tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh malah memastikan nilai UN akan menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini. Ia menjelaskan, ide menjadikan nilai UN sebagai prasyarat masuk PTN terinspirasi dari digunakannya nilai UN pada jenjang sebelumnya (SD dan SMP) sebagai prasyarat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rencana tersebut mungkin sulit terlaksana. Sebab, ujian masuk ke PTN dan UN memiliki dasar berbeda. UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun. Sebaliknya, tes masuk PTN diadakan untuk menjaring mahasiswa baru yang cocok dengan perguruan tinggi tersebut, dengan menggunakan tes multiobjektif yang saling menyatu. Selain itu, tes masuk PTN disesuaikan dengan minat calon mahasiswa akan masuk program studi tujuan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan UN memang sudah melibatkan perguruan tinggi, mulai dari pencetakan naskah dan lembar jawab ujian, distribusi, pengawasan, sampai pemindaian. Ini mungkin dinilai sebagai langkah awal dalam rangka melaksanakan program Mendikbud tersebut. Di Jawa Tengah, Unnes kembali dipercaya sebagai penanggung jawab pelaksanaan hajatan tahunan tersebut. Dengan melibatkan perguruan tinggi, diharapkan terjaring calon-calon mahasiswa yang terbaik. Namun, dalam pelaksanaannya perguruan tinggi sebatas pada pengawasan di lapangan, misalnya dalam pengawasan dilibatkan 2.941 dosen yang bertugas langsung di satuan-satuan pendidikan se-Jawa Tengah. Dosen-dosen ini seharusnya bisa menjadi tangan panjang perguruan tinggi baik dalam promosi maupun penjelasan tentang lembaganya.

Jika dilihat dari prosesnya, pengintegrasian ini sebenarnya cukup baik. Namun, itu perlu dipertimbangkan lagi, mengingat secara psikologis siswa yang mau menghadapi UN sudah tertekan. Apalagi kalau diberlakukan kebijakan tersebut, bisa menambah tekanan psikologis peserta ujian nasional. Jika nanti SNMPTN ditiadakan karena telah diwakili UN, dapat dipastikan ujian nasional adalah penentu masa depan studi siswa, terutama bagi mereka yang berencana melanjutkan studi di PTN ini akan menambah beban mental siswa.

Terobosan Baru

Kalau memang nilai UN dijadikan sebagai acuan masuk PT sepenuhnya, tentu perlu ada formulasi ulang untuk menyinergikan antara penyelenggaraan UN dan ujian masuk PT terutama pada aspek alat evaluasinya. Jika melihat dari tujuan alat evaluasi tersebut, tentu muaranya ingin mengukur dan mengapresiasi potensi dan kemampuan calon mahasiswa. Sekarang sudah ada SNMPTN jalur undangan. Sebenarnya ini sudah menjadi bukti apresiasi PT terhadap upaya pendidikan di sekolah, terutama peran guru, karena mendasarkan pada prestasi akademik.

Integrasi alat evaluasi bisa menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan UN yang bisa digunakan sebagai paspor masuk perguruan tinggi. Sebagai contoh, soal UN tidak bersifat objektif seperti sekarang. Soal UN harus mengarah pada pembangunan pola pikir dan bersifat predikatif. Predikatif diasumsikan bisa menentukan pilihan program studi sesuai keinginan calon mahasiswa. Ini tentu tidak semudah yang kita pikirkan karena berhubungan dengan kurikulum dan penjurusan di satuan tingkat menengah. Kredibilitas pelaksanaan UN pun nanti ya harus diukur melalui beberapa indikator, seperti laporan dari pengawas, guru, dan perguruan tinggi yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antardaerah.

Karena itu, kebijakan nilai UN menjadi syarat masuk PT perlu dikaji ulang dan dipikirkan lagi terobosan terbaik yang lebih efektif, tepat sasaran, dan yang penting tidak memboroskan anggaran pengeluaran negara.

M. Badrus Siroj, lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unnes dan panitia Ujian NasionalJawa Tengah 2010 sekarang.

Lowongan Guru Bahasa Indonesia di Australia Gaji 1 Miliar

Mau menjadi dosen bahasa Indonesia, dengan gaji 1 miliar rupiah per tahun di Australia? Bila Anda memiliki kualifikasi Doktor di bidang humaniora atau Ilmu Sosial berkenaan dengan Indonesia, silakan melamar untuk menjadi dosen di Unversitas New South Wales di Akademi Pertahanan Australia di Canberra (UNSW@ADFA).

Pendaftaran dibuka mulai sekarang sampai 23 April mendatang, dan calon yang diterima akan mulai mengajar 1 Juli 2012. Gaji yang ditawarkan untuk menjadi dosen di sana adalah antara 84 ribu sampai 100 ribu dolar Australia (antara Rp 800 juta -sampai Rp 1 miliar).

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, posisi pengajar penuh waktu ini diharapkan akan mengajar bahasa Indonesia dan memperkuat penelitian dalam bahasa Indonesia, dan studi mengenai Indonesia di universitas tersebut. UNSW@ADFA adalah sebuah sekolah untuk para taruna angkatan bersenjata yang berkedudukan di Canberra.

Informasi selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut ini http://hr.unsw.adfa.edu.au/employment/index.html

Kesempatan untuk menjadi dosen bahasa Indonesia di Australia tampaknya semakin langka belakangan ini, karena minat untuk belajar bahasa Indonesia di kalangan warga Australia menurun, menurut salah seorang ahli masalah Indonesia, Greta Nabbs-Keller baru-baru ini. Padahal menurut Nabbs-Keller, keahlian mengenai Indonesia sebenarnya sangat penting bagi keamanan nasional Australia.

Bulan Maret lalu, David Hill dari Murdoch University di Perth menerbitkan sebuah laporan yang menyebutkan turunya minat mempelajari bahasa Indonesia di berbagai universitas di Australia turun 40 persen dalam 10 tahun antara 2001-2010, walau dalam satu dua tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan.

"Pihak keamanan Australia sekarang mengalami kekurangan staf yang bisa berbahasa Indonesia dengan baik, dan juga berkurangnya pemahaman mengenai masyarakat Indonesia, karena semakin sedikit yang belajar ke Indonesia atau berinteraksi dengan masyarakat Indonesia," kata Nabbs-Keller.

Menurut Nabbs-Keller, keahlian warga Australia mengenai Indonesia sangat penting berkenaan dengan tindak terorisme dan bencana alam.

"Ketika terjadi bom Bali tahun 2002, dan juga berbagai penggerebekan terhadap anggota masyarakat Indonesia di Perth, Sydney dan Melbourne, Dinas Keamanan Australia harus mengandalkan pihak luar untuk menganalisa data intelejen yang disita. Tidak ada satupun dinas di bagian di dinas keamanan Australia memiliki ahli Indonesia untuk membantu." kata Nabbs-Keller.

Program Pertukaran Pemuda Antarnegara 2012 Provinsi Jawa Tengah

Dalam rangka pengenalan mengenai Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) 2012, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengadakan road show dan sosialisasi di beberapa universitas. Pengenalan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dilaksanakan Rabu (21/3), di gedung rektorat kampus Sekaran.

PPAN merupakan program tahunan hasil kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara sahabat dan telah diadakan sejak 1973. Program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia.

PCMI didirikan tahun 1977 oleh para alumni PPAN. Kegiatan PCMI di tingkat nasional diserahkan ke panitia pusat yang berada di Jakarta. Sedangkan di tingkat provinsi diserahkan ke PCMI di masing-masing provinsi. Untuk PCMI Jawa Tengah mewadahi alumni PPAN dari Provinsi Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang.

Ada enam program pertukaran yang tergabung dalam PPAN sebagai berikut:

  1. Progaram Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (ICYEP)
  2. Progaram Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (AIYEP)
  3. Progaram Kapal Pemuda ASEAN-Jepang (SSEAYP)
  4. Progaram Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (IMYEP)
  5. Progaram Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea (IKYEP)
  6. Progaram Pertukaran Pemuda Indonesia-China (ChIYEP)

Saat ini, PCMI Jawa Tengah dan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah masih menunggu keputusan resmi dari Kemenpora RI mengenai kuota program dan pelaksanaan seleksi PPAN 2012. Namun, anda sudah dapat menyiapkan syarat kelengkapan mulai dari saat ini sebagai berikut:

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah (dengan menyerahkan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga dilegalisir) usia per 1 Maret sesuai dengan usia program yang ingin diikuti (dibuktikan dengan fotocopy akte kelahiran).
  2. Belum menikah, dibuktikan dengan surat pernyataan diketahui orang tua.
  3. Pendidikan minimal lulus SMA/ SMK/ MA.
  4. Belum pernah mengikuti program PPAN yang diselenggarakan oleh Kemenpora (dibuktikan dengan surat pernyataan).
  5. Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan (dibuktikan dengan SKCK).
  6. Menyerahkan pas foto berwarna 2×3 sebanyak 6 lembar , 3×4 sebanyak 6 lembar, dan 4×6 sebanyak 12 lembar dengan latar belakang merah.
  7. Menyerahkan Curriculum Vitae.
  8. Memiliki kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan ketentuan minimal skor TOEFL 450/ TOEIC 600/ IELTS 5 (bukti dibawa waktu pendaftaran).
  9. Menguasai salah satu jenis keterampilan bidang seni dan budaya Indonesia. (seni tari, seni musik, public speaking, fotografi, desain grafis, debat, atau skill lainnya akan menjadi poin plus).
  10. Memiliki pengetahuan umum yang cukup.
  11. Memiliki keterampilan komputer, internet, website, dan memiliki alamat email.
  12. Memiliki kepribadian yang kuat dan berjiwa nasionalisme Indonesia.
  13. Anda juga diperkenankan untuk membawa dokumen pendukung seperti surat rekomendasi, surat pengantar dari fakultas/instansi bekerja, portofolio, dan dokumen-dokumen relevan lainnya.

Seleksi akan dilaksanakan pada 28 Maret 2012 (masih dalam konfirmasi) di Dispora Jawa Tengah dengan tiga tahapan yakni seleksi administrasi, tes tertulis, dan tes wawancara (hanya diikuti oleh maksimal 10 orang untuk setiap program).

Informasi terkait akan selalu diupdate melalui website http://pcmijateng.wordpress.com dan twitter PCMI Jawa Tengah. Contact Person Abe (0856 4716 1717), Danar (0857 2623 1212), email: pcmijateng@gmail.com (sumber:unnes.ac.id)

Mudahnya membuat PKM AI dan PKM GT (baca;asyik ya jadi mahasiswa)

Sebenarnya sangat mudah untuk membuat Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti) Jakarta. Hanya tinggal cari laporan-laporan, ganti formatnya, kirimkan, tunggu, kemudian ambil rewardnya.

Motivasi itulah yang disampaikan oleh Tommi Yuniawan MHum dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang yang juga pembina program kreatifitas mahasiswa (PKM), dalam Workshop “Wujudkan Karya Intelektual Mahasiswa Unnes melalui Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tulis (PKM-GT), di gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial (FIS) kampus Sekaran, Kamis (23/2).

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Kemahasiswaan Unnes ini diikuti oleh puluhan mahasiswa perwakilan dari setiap fakultas dan mahasiswa yang pernah didanai PKM nya tahun 2011.

“Cara menulis PKM mengacu pada pedoman tahun 2011 bersumber pada kegiatan mahasiswa yang bersifat kelompok, di antaranya bisa dari laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN), laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL), PPL, KKL atau laporan-laporan yang bersifat akademik yang dilakukan oleh mahasiswa di perguruan tinggi,” kata Tommi.

Dia juga mengemukakan, dikarenakan wujudnya adalah artikel maka di dalam penyusunannya tidak perlu menyantumkan rincian biaya. “Sebab PKM-AI ini berbeda dengan proposal PKM Tehnologi, PKM Penelitian, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Kewirausahaan, dan PKM Karsa Cipta Mahasiswa,” tandasnya.

Karya mahasiswa ini, lanjut Tommi, dikirim ke bidang kemahasiswaan paling lambat 5 Maret 2012, dikarenakan tanggal 9 akan dikirim ke Jakarta. Sebelum dikirim ke DP2M Dikti Jakarta tentu ada pengecekan secara administrarif. Dikti nantinya akan merewiew, karya yang lolos mahasiswanya akan mendapatkan reward atau insensif berupa artikel mereka akan dimuat di jurnal ilmiah mahasiswa atau ejurnal yang diterbitkan oleh Dikti dan uang sebesar Rp 3 juta.

“Tidak semata-mata untuk itu, dengan mengikuti PKM-AI ini mahasiswa sekaligus belajar untuk dapat berfikir, menganalisis, dan menulis sesuai dengan pedoman ilmiah yang ada. Pada suatu saatnya ketika menyusun skripsi kemudian harus membuat artikel ilmiah mahasiswa diharapkan sudah siap,” katanya.

Dia berharap dengan adanya PKM-AI ini bisa meningkatkan budaya menulis ilmiah dikalangan mahasiswa dan Unnes siap untuk mensukseskan jurnal ilmiah S1, S2, maupun S3.

Sri Mantini Rahayu S MSi, dosen FMIPA Unnes yang juga pembina PKM mengatakan, untuk menyusun program kreativitas mahasiswa gagasan tulis (PKM-GT) mahasiswa harus mempunyai ide kreatif yang dilaksanakan. Tidak harus dalam waktu dekat tapi mungkin 5-10 tahun mendatang.

“Ide tersebut murni dari mahasiswa sendiri sehingga segala sesuatunya bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan panduan karya ilmiah. Dalam penulisannya mahasiswa harus bisa membaca kondisi masyarakat sekarang apakah gagasan yang ditulis saat ini masih bisa untuk dikembang ke depan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sri Mantini.

Dia juga mengemukakan, mahasiswa dalam menawarkan gagasannya bisa bekerjasama dengan berbagai pihak. Misalnya dengan dinas pertanian, kesehatan, perindustrian, sehingga dalam mengimplementasikan bisa kerjasama dengan instansi-instansi terkait.

Mantini menambahkan, dikarenakan ini masih gagasan tertulis masalah biaya tidak menjadi ketentuan, yang dipentingkan adalah ide gagasannya yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat secara luas. “Seandainya nanti lolos ke Pimnas, jika ditanyakan masalah biaya bisa diprediksi sebagai gambaran umum dalam bentuk disain, software dan model, dari situ nanti biayanya bisa diperhitungkan,” katanya. (Sumber:unnes.ac.id)

Identifikasi Permasalahan Penggunaan Bahasa Indonesia (kuliah MKU Bahasa Indonesia)

Diumumkan kepada semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan MKU Bahasa Indonesia rombel 14, 15, dan 40 dengan dosen pengampu Badrus Siroj, S.Pd., bahwa hari ini kami belum bisa memaparkan rangkuman dari semua pertannyaan tentang permasalahan penggunaan bahasa Indonesia yang telah kami terima. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk sudah kami identifikasi dan sudah kami kelompokkan dalam topik-topik tertentu. Namun demikian, rangkuman jawaban belum bisa kami tayangkan karena kami ingin menyusunnya dengan lebih baik lagi supaya bisa bermanfaat untuk khalayak umum.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Rangkuman permasalahan penggunaan bahasa Indonesia akan segera kami tayangkan di blog ini secepatnya.
Semoga bermanfaat. Selamat belajar, semoga sukses!